Sejak munculnya berbagai tools AI, cara kita membuat aplikasi jadi jauh lebih cepat. Saya sendiri sekarang sudah punya workflow yang cukup konsisten untuk bikin web app dari nol sampai live.
Di artikel ini saya share workflow vibe coding yang saya pakai sehari hari, tanpa bahas teknis detail karena sudah ada di video. Fokusnya di sini adalah alur kerja supaya kita bisa paham gambaran besarnya.
Langkah pertama yang saya lakukan biasanya adalah membuat UI dulu.
Untuk ini saya biasanya pakai:
Saya cukup jelaskan halaman yang ingin dibuat, lalu AI akan generate struktur UI dan layout awal.
Ini sangat menghemat waktu karena kita tidak mulai dari blank page.
Setelah UI sudah jadi, langkah berikutnya adalah menyimpan project ke repository.
Biasanya saya langsung push ke GitHub supaya:
GitHub jadi pusat project kita.
Setelah itu, saya lanjut development di coding environment.
Biasanya saya pakai:
Di tahap ini saya mulai:
AI tetap saya pakai untuk membantu menulis code supaya lebih cepat.
Untuk backend basic, saya biasanya pakai stack yang simple tapi powerful.
Dengan kombinasi ini, kita tidak perlu setup backend dari nol.
Biasanya saya pakai dua pendekatan tergantung kebutuhan project.
Opsi 1: React Vite + Hono + Cloudflare Worker
Opsi 2: Next.js (Fullstack)
Pemilihan ini tergantung kompleksitas project.
Langkah terakhir adalah deploy supaya aplikasi bisa diakses online.
Biasanya saya deploy ke:
Kalau pakai arsitektur terpisah:
Dengan setup ini, aplikasi sudah siap digunakan.
Workflow ini efektif karena kita menggabungkan AI dan tools modern.
AI digunakan untuk:
Sementara tools seperti GitHub, database, dan hosting membantu kita menjaga struktur project tetap rapi dan scalable.
Workflow vibe coding yang saya pakai cukup simpel.
Mulai dari generate UI dengan AI, lanjut development dengan bantuan AI tools, lalu integrasi database dan auth, dan terakhir deploy ke production.
Pendekatan ini membuat proses build aplikasi jadi jauh lebih cepat dibandingkan cara tradisional, tapi kita tetap punya kontrol penuh terhadap hasil akhirnya.
Kalau kita konsisten pakai workflow seperti ini, membuat web app dari nol sampai live bukan lagi proses yang lama.